27.10.10

Zat Warna Sintetis-bagian2

Zat Pewarna untuk Tekstil

Ditinjau Dari sumber diperolehnya zat warna tekstil dibedakan menjadi 2 yaitu:
1. Zat pewarna alam, diperoleh dari alam yaitu bersal dari hewan (lac dyes) ataupun tumbuhan dapat berasal dari akar, batang, daun, buah, kulit dan bunga.
2. Zat pewarna sintetis adalah zat warna buatan (zat warna kimia) . Oleh karena banyaknya Zat warna sintetis ini maka untuk pewarnaan batik harus dipilih zat warna yang:
a. Pemakaiannya dalam keadaan dingin atau jika memerlukan panas suhu proses tidak sampai melelehlan lilin.
b. Obat bantunya tidak merusak lilin dan tidak menyebabkan kesukaran kesukaran pada proses selanjutnya.
Berikut pembagian kelas pewarna sintetis atau pewarna buatan untuk produk textile seperti kain, batik, pakaian, celana, jeans :
1. Acid Dye
Acid Dye , cocok untuk kain yang berasal dari jenis serat seperti sutera, wool, alpaca, mohair dan nilon. Berdasar struktur dan kelas kimianya maka pewarna acid dikategorikan dalam jenis anthraquinone (warna biru ), azo ( warna merah ), dan triphenylmethane ( warna kuning dan hijau ).
2. Basic Dye
Untuk pewarnaan kain jenis acrylic yaitu kain sintetis yang dibuat dari bahan polimer /polymer / polyacrylonitrile.

3. Direct Dye
Biasa digunakan bersama sodium chloride ( NaCl ) dan sodium sulfate (Na2SO4). Berasal dari pengolahan alkaline. Cocok untuk pewarnaan kain katun ( cotton ) , kulit, dan kertas. Juga dipakai untuk indikator keasaman atau pH.
4. Mordant Dye atau Chrome Dye
Merupakan pewarna sintetis untuk tehnik pewarnaan metode chrome. Penggunaan tehnik mordant dibagi tiga metode yaitu :
a. Pre-mordanting
b. Meta-mordanting
c. Post- mordanting
Ketiga metode tersebut menghasilkan efek warna yang berbeda. Penggunaan mordant untuk mewarnai juga melihat jenis kain yang akan diberi warna. Kain dari bahan katun jelas berbeda tehnik pewarnaan dengan kain wool ataupun sutera. Bahan kimia lain yang dibutuhkan dalam proses pewarnaan mordant adalah sodium sulphate, acetic, formic acid, lactic acid, sodium thiosulphate, Na atau K dichromate.
5. Reactive Dye
Digunakan untuk mewarnai kain jenis vinyl dan katun. Pertama dijual secara komersial pada tahun 1956. Saat mewarnai menggunakan suhu 40 hingga 80 derajat Celsius, setelah selesai kain dicuci dalam suhu 100 derajat Celsius. Berbentuk cair.
6. Sulfur Dye
Untuk mewarnai kain katun menjadi gelap. Prosesnya dengan direbus dalam suhu tinggi. Saat proses oksidasi digunakan hydrogen peroxide, bromate, dan iodate.
7. Pigments Dye
Selain digunakan untuk memberi warna kain pigment juga untuk memberi warna pada bahan dasar cat, sabun, wax, deterjen, dll.
8. Napthols
Biasanya untuk memulihkan warna kain jeans yang mulai pudar. Bisa berbentuk serbuk atau jeans yang mulai pudar. Bisa berbentuk serbuk atau cairan. Untuk menstabilkan naptol saat pewarnaan digunakan caustic soda dan formalin.
9. Fast Salt
Digunakan sebagai tinta pewarna dalam proses pewarnaan print dengan mesin printing.
Contoh Zat Pewarna Sintetis
1. Rhodamine B
Rhodamine, nama ini sudah tidak asing ditelinga kita karena juga disalahgunakan untuk mewarnai makanan. Rhodamine merupakan senyawa kimia murni yang berbahaya jika ditelan apalagi dalam waktu yang lama. Efek warna rodamine bersifat fluorine / fluorescents yaitu cerah menyala. Rhodamine dibagi menjadi Rhodamine B ( Rhodamine 610, C.I. Pigment Violet 1, Basic Violet 10, or C.I. 45170 ), Rhodamine 6 G, Rhodamine 123. Rhodamin B merupakan zat pewarna sintetik yang berbahaya. Rumus kimia Rhodamin B : C28H31N2O3Cl.
Rhodamine B termasuk bahan kimia berbahaya (harmful). Berbahaya bila tertelan, terhisap pernapasan atau terserap melalui kulit. Toksisitasnya adalah ORL - RAT LDLO 500 mg Kg-1 (www.scribd.com). Rhodamin B berbentuk kristal hijau atau serbuk-unggu kemerah-merahan, sangat mudah larut dalam air yang akan menghasilkan warna merah kebiru-biruan dan berflourensi kuat. Selain mudah larut dalam air juga larut dalam alkohol, HCl dan NaOH. Selain itu juga biasa dipakai dalam pewarnaan kertas, di dalam laboratorium digunakan sebagai pereaksi untuk identifikasi Pb, Bi, Co, Au, Mg, dan Th. Rhodamin B sampai sekarang masih banyak digunakan untuk mewarnai berbagai jenis makanan dan minuman (terutama untuk golongan ekonomi lemah), seperti kue-kue basah, saus, sirup, kerupuk dan tahu (khususnya Metanil Yellow), dan lain-lain (http://hendrinova.blogspot.com). Rhodamin B diperuntukan untuk bahan pewarna kertas, tekstil dan sebagai reagensia untuk pengujian Antimon, Cobalt, Bismuth dan lain lain (http://abahjack.com).
Nama lain Rhodamine B :
1. Acid Bruliant Pink B
2. ADC Rhodamine B
3. Aizen Rhodamine BH
4. Aizen Rhodamine BHC
5. Akiriku Rhodamine B
6. Briliant Pink B
7. Calcozine Rhodamine BL
8. Calcozine Rhodamine BX
9. Calcozine Rhodamine BXP
10. Cerise Toner
11. Cerise Toner X127
12. Certiqual Rhodamine
13. Cogilor Red 321.10
14. Cosmetic Briliant Pink Bluish D conc
15. Edicol Supra Rose B
16. Elcozine rhodamine B
17. Geranium Lake N
18. Hexacol Rhodamine B Extra
19. Rheonine B
20. Symulex Magenta
21. Takaoka Rhodmine B
22. Tetraetilrhodamine (http://ctella93.wordpress.com)
Rhodamin B merupakan zat warna yang berbahaya yang sering disalahgunakan mewarnai berbagai makanan dan minuman. Rhodamin B demikian juga Methanil Yellow dan Amaranth telah dilarang penggunaannya dalam makanan. Winarno 1989, melaporkan hasil penelitiannya terhadap berbagai jenis minuman rakyat yang termasuk kategori " Sheet Food" di daerah (www.scribd.com).
Menurut Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Barat, ciri-ciri makanan yang diberi Rhodamin B adalah warna makanan merah terang mencolok. Biasanya makanan yang diberi pewarna untuk makanan warnanya tidak begitu merah terang mencolok. Jika sudah pada puncaknya, maka Rhodamin B akan memperlihatkan efek pada tubuh. Tanda-tanda dan gejala akut karena Rhodamin B antaranya, jika terhirup dapat menimbulkan iritasi pada saluran pernafasan. Jika terkena kulit, dapat menimbulkan iritasi pada kulit. Kalau terkena mata, dapat menimbulkan iritasi pada mata, mata kemerahan, udem pada kelopak mata. Jika tertelan dapat menimbulkan gejala keracunan dan air seni berwarna merah atau merah muda (http://hendrinova.blogspot.com)
Rhodamin B yang digunakan untuk pewarna makanan melanggar Peraturan Menteri Kesehatan No 239/Menkes/Per/V/85 tentang Zat Warna Tertentu yang dinyatakan sebagai Bahan Berbahaya. Rodamin B sering disalah gunakan untuk pewarna pangan dan kosmetik. misalnya : sirup, lipstik dll. Penyalah gunaan rodamin B sangat berbahaya bagi kesehatan.
Paparan rodamin B dalam waktu yang lama kronis) dapat menyebabkan gangguan fungsi hati / kanker hati. Pewarna makanan / minuman untuk warna merah sebaiknya disarankan memakai pewarna alam atau pewarnaSintetik yang aman sesuai dengan permenkes No 772/Menkes/Per./IX/88 tentang Bahan Tambahan Makanan. Bahan pewarna sintetis yang dianjurkan adalah Karmin,Merah allura (http://abahjack.com).
B. Rhodamine B dalam Kosmetik
Efek Rhodamine B pada kosmetik adalah pada proliferasi dari fibroblas yang diamati pada kultur sistem. Rhodamine B pada takaran 25 mikrogram/ml dan diatasnya secara signifikan menyebabkan pengurangan sel setelah 72 jam dalam kultur. Studi ini menghasilkan bahwa 50 mikrogram/ml dalam rhodamine B menyebabkan berkurangnya jumlah sel setelah 48 jam dan lebih. Studi ini juga menyarankan bahwa zat warna rhodamine B menghambat proliferasi tanpa mengurangi penggabungan sel. Gabungan [3H] timidine dan [14C] leusin dalam fraksi asam tidak terlarut dari membran sel secara signifikan dihambat oleh 50 mikrogram/ml Rhodamine B.
Rhodamine 6G menyebabkan kerusakan sel yang parah dan rhodamine B secara signifikan mengurangi jumlah sel. Rhodamine 123 tidak memiliki efek yang berarti, sedangkan. Lebih jauh lagi, rhodamine B mengurangi jumlah sel vaskuler endothelial pada pembuluh darah sapi dan sel otot polos pada pembuluh darah hewan berkulit duri setelah 72 jam dalam kultur. Sehingga tidak berlebihan jika studi ini menyimpulkan bahwa rhodamine B menghambat proses proliferasi lipo fibroblast pada manusia (http://ctella93.wordpress.com)
2. Tartrazine
Struktur kimia tartrazin : C16H9N4Na3O9S2
Tartrazin (dikenal juga sebagai E102 atau FD&C Yellow 5) adalah pewarna kuning lemon sintetis yang umum digunakan sebagai pewarna makanan. Tartrazin merupakan turunan dari coal tar, yang merupakan campuran dari senyawa fenol, hidrokarbon polisiklik, dan heterosklik. Karena kelarutannya dalam air, tartrazin umum digunakan sebagai bahan pewarna minuman. Absorbansi maksimal senyawa ini dalam air jatuh pada panjang gelombang 427±2 nm.
Tartrazin merupakan bahan pewarna yang umum digunakan di Afrika, Swedia, dan Indonesia. Untuk menghasilkan warna lain, tartrazin dapat dicampurkan dengan E133 Biru Brilian Brilliant Blue FCF atau E142 Hijau Green S untuk menghasilkan sejumlah variasi warna hijau. Parlemen Eropa mengizinkan penggunaan senyawa ini di negara Uni Eropa dengan Surat Keputusan Konsul (Council Directive) 94/36/EC.
Produk yang mengandung tertrazin :
a. Makanan
Berikut adalah daftar makanan yang mungkin mengandung tartrazin. Ada tidaknya, sedikit banyaknya kandungan tartrazine tergantung pada kebijakan perusahaan manufaktur atau koki yang membuat makanan. Minuman ringan, puding, keripik, sereal, kue, sup, saus, es krim, permen, selai, jeli, mustard, acar, yogurt, mie, dan jus.

b. Produk media
Vitamin, antasida, kapsul dan obat-obatpreskripsi tertentu.
Tartrazin dapat menyebabkan sejumlah reaksi alergi dan intoleransi bagi orang-orang yang intoleransi terhadap aspirin atau penderita asma. Kasus ini cukup langka dan menurut dapat FDA, prevalensi intoleransi tartrazin di Amerika Serikat jatuh pada angka 0,12% (360 ribu dari 200 juta penduduk). Beberapa referensi lain menyebutkan bahwa penggunaan tartrazin dapat menyebabkan biduran (urtikaria) dengan prevalensi di bawah 0,01% atau 1 dari 10.000 penderita [4]. Jumlah ini cukup kecil bila dibandingkan dengan angka prevalensi penderita alergi terhadap udang, yaitu sebesar 0,6-2,8% (1 dari 50 orang). Gejala alergi tartrazine dapat timbul apabila senyawa ini terhirup (inhalasi) atau ditelan (ingesti). Reaksi alergi yang timbul berupa sesak nafas, pusing, migrain, depresi, pandangan kabur, dan sulit tidur (www.wikipedia.com). Selain itu, menurut The American Academyc of Pediastrics Committee on Drugs tartrazine dapat
menyebabkan gangguan kesehatan diantaranya tumor di kelenjar tiroid, Lymphocytic
lymphomas, dan kerusakan kromosomal (www.scribd.com).
3. Brilliant Blue
Brilliant Blue FCF atau yang biasa dikenal dengan FD&C blue no.1 adalah pewarna yang ditambahkan pada bahan pangan atau substansi lain yang dapat menyebabkan perubahan warna. Penampakannya berupa bubuk biru kemerah-merahan. Karakteristik dari pewarna ini adalah larut dalam air, dan dapat di ukur absorbansinya pada 630nm. Merupakan pewarna sintetik dari coal tar. Untuk membuat berbagai bayangan warna hijau,maka pewarna ini di kombinasikan dengan tartrazin(E102) (www.scribd.com)
Brilliant blue diproduksi menggunakan hidrokarbon aromatis dari petroleum. Pada umumnya merupakan garam disodium. Rumus kimianya C37H34N2Na2O9S3. Karena berwarna biru, Brilliant Blue FCF sering ditemukan dalam es krim, produk susu, manisan, dan minuman. Selain itu juga digunakan dalam pembuatan sabun, shampo, dan mouthwash dan aplikasi kosmetik lainnya. Pada ilmu tanah, Brilliant blue diaplikasikan pada penyelidikan jejak untuk memvisualisasikan infiltrasi dan distribusi air pada tanah.
Brilliant Blue FCF sebelumnya dilarang di Austria, Belgia, Denmark, Perancis, Jerman, Yunani, Italia, Norwegia, Spanyol, Swedia, dan Swiss akan tetapi telah dinyatakan sebagai sebuah bahan aditif makanan yang aman di Eropa dan sekarang sudah tidak dilarang pada kebanyakan negara. Brilliant blue mempunyai kemampuan mempengaruhi reaksi alergi pada individu seperti asma. Di Amerika Serikat produksinya melebihi 1 juta pound setiap tahunnya, dan konsumsi harian sekitar 16 mg per orang. Brilliant blue termasuk pewarna yang direkomendasikan oleh Hyperactive Children’s Support Group dan Feingold Association untuk dihilangi dari diet anak-anak. Akan tetapi setelah pengujian yang luas, Institut Kesehatan Nasional menyimpulkan bahwa warna tambahan tersebut tidak menyebabkan hiperaktifitas. (www.wikipedia.com)

4. Methanil Yellow
Metanil yellow merupakan pewarna golongan azo, dimana dalam strukturnya terdapat ikatan N=N (Gambar 2). Metanil yellow dengan warna kuning (Tabel 5) dibuat dari asam metanilat dan difenilamin (Nainggolan, dan Sihombing, 1984)
Sunset Yellow adalah zat pewarna dalam spektrofotometer yang berwarna kuning. Pewarna ini merupakan pewarna sintetik yang bersifat asam yang mengandung kelompok kromofor NN dan CC. Sunset Yellow dapat digunakan sebagai pewarna makanan, kosmetik dan medikasi. Nama kimia senyawa ini adalah disodium 2-hidroksi-1-(4-sulfonatofenilazo) naftalen-6-sulfonat dengan rumus kimia C16H10N2Na2O7S2. Senyawa ini memiliki berat molekul 452.37. Senyawa ini bersifat larut dalam air dan memiliki titik leleh >3000C.[1] Pewarna ini memiliki panjang gelombang maksimum pada 485 nm. Dalam fase solid, absorbansi pewarna ini adalah 487 nm. Sunset Yellow dapat ditemukan pada jeruk, marzipan, Swiss roll, selai aprikot, citrus marmalade, kurd lemon, pemanis, keju, minuman soda, dan lainnya (www.wikipedia.com).
Sunset yellow adalah bahan tambahan makanan yang dapat menyebabkan perubahan warna, pewarna ini disimbulkan dengan E 110.sunset yellow adalah jenis pewarna kuning sintetik yang biasa digunakan pada produk fermentasi yang telah mengalami proses pemanasan. pewarna ini biasa digunakan pada pembuatan sirup(orange squash),jelly orange,apricot jam,marmalade citrus,dan pada bahan-bahan pangan lain yang mengandung warna kuning,oranye dan kemerahan.
Sunset yellow dapat menyebabkan sejumlah reaksi alergi dan intoleransi bagi orang-orang yang intoleransi terhadapas pirinreaksi yang timbul antara lain adalah gangguan pencernaan, murus, muntah, dan kanker kulit. Ini adalah salah satu jenis pewarna yang dilarang oleh Perkumpulan anak-anak hiperaktif untuk dimasukkan dalam daftar diet anak-anak. Karena berdasarkan hasil riset oleh Food Standards Agency ditemukan bahwa ketika pencampuran antara bahan pewarna tersebut dengan bahan pengawet maka kecenderungan anak untuk hiperaktif meningkat.secara signifikan (www.scribd.com)
Nama lain Sunset Yellow : C.I. 15985; C.I. Food Yellow 3; C.I. Food Yellow 3, disodium salt; Food yellow No.5; Gelborange S; Fodd yellow No.5.
Titik lebur : 390℃ (dec.)
Kelarutan air : 5-10 g/100 mL at 24℃

0 comments:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More