24.10.10

PENGGUNAAN KATALIS H2SO4 PADA ESTERIFIKASI

Menurut Sukardjo,drs (1984), Katalisator adalah zat yang dapat mengubah kecepatan reaksi. Hampir semua katalisator mempercepat reaksi (disebut katalisator positif), hanya sedikit dikenal katalisator yang memperlambat reaksi (disebut katalisator negatif). Katalisator disebut homogen bila membentuk satu fase dengan pereaksi dan disebut heterogen bila membentuk dua fase dengan pereaksi.
Dari www.tekmira.com, mineral-mineral dari alam dapat dibuat menjadi katalis dan bahan pembantu katalis yang kemudian dikenal dengan katalis mineral. Dari www.wikipedia.com, Asam sulfat (H2SO4) merupakan asam mineral (anorganik), karena itu katalis H2SO4 disebut katalis asam mineral. Menurut Juan, dkk (2007) Pada proses esterifikasi katalis yang banyak digunakan pada awalnya adalah katalis homogen asam donor proton dalam pelarut organik, seperti H2SO4, HF, H3PO4 dan RSO3H, PTSA.
Katalis H2SO4 dalam reaksi esterifikasi adalah katalisator positif karena berfungsi untuk mempercepat reaksi esterifikasi yang berjalan lambat. H2SO4 juga merupakan katalisator homogen karena membentuk satu fase dengan pereaksi (fase cair). Pemilihan penggunaan asam sulfat (H2SO4) sebagai katalisator dalam reaksi esterifikasi dikarenakan beberapa faktor, diantaranya :
Menurut Anonim (2007)
1. Asam sulfat selain bersifat asam juga merupakan agen pengoksidasi yang kuat
Menurut Hendyana (1986)
2. Asam sulfat dapat larut dalam air pada semua kepekatan
3. Reaksi antara asam sulfat dengan air adalah reaksi eksoterm yang kuat
4. Jika air ditambahkan asam sulfat pekat maka ia mampu mendidih
5. Karena afinitasnya terhadap air, maka asam sulfat dapat menghilangkan bagian terbesar uap air dan gas yang basah, seperti udara lembab

Menurut Sukardjo, drs (1984)
6. Konsentrasi ion H+ berpengaruh terhadap kecepatan reaksi
Dari http://tech.dir.groups.yahoo.com
7. Asam sulfat pekat mampu mengikat air (higroskopis), jadi untuk reaksi setimbang yang menghasilkan air dapat menggeser arah reaksi ke kanan (ke arah produk)
Dari faktor-faktor di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa penambahan asam sulfat sebagai katalis untuk mempercepat kecepatan reaksi karena reaksi antara asam sulfat dengan air (proses esterifikasi menghasilkan etil asetat dan air) adalah reaksi eksoterm yang kuat. Air yang ditambahkan asam sulfat pekat akan mampu mendidih, sehingga suhu reaksinya akan tinggi. Makin tinggi suhu reaksi, makin banyak molekul yang memiliki tenaga lebih besar atau sama dengan tenaga aktivasi, hingga makin cepat reaksinya. Katalis akan menyediakan rute agar reaksi berlangsung dengan energi aktivasi yang lebih rendah sehingga nilai konstanta kecepatan reaksi (k) akan semakin besar, sehingga kecepatan reaksinya juga semakin besar. Selain itu, karena asam sulfat pekat mampu mengikat air (higroskopis), maka untuk reaksi esterifikasi setimbang yang menghasilkan air, asam sulfat pekat dapat menggeser arah reaksi ke kanan (ke arah produk), sehingga produk yang dihasilkan menjadi lebih banyak.

1 comments:

terima kasih atas bantuan dari shared referensi terbaik

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More