2.12.10

BAB II DESKRIPSI PROSES - PERTAMINA

Proses utama yang ada pada pengolahan minyak bumi di PT PERTAMINA (Persero) RU – VI Balongan, dibedakan menjadi 3, yaitu:
1. Hydro Skimming Complex (HSC)
Unit ini terdiri dari Distillation Treating Unit (DTU) dan Naphta Processing Unit (NPU)
2. Distillation & Hydrotreating Complex (DHC)
Unit ini terdiri dari Atmospheric Hydrotreating Unit (AHU) dan Hydrotreating Unit (HTU)
3. Residue Catalytic Cracker Complex (RCCC)
Unit ini terdiri dari Residue Catalytic Cracker (RCC/RCU) dan Light End Unit (LEU)

Bahan baku minyak mentah yang berasal dari Duri dan Minas diolah di CDU (Crude Distillation Unit). Unit CDU merupakan primary processing yang berfungsi memisahkan minyak mentah menjadi beberapa produk melalui pemisahan fisik berdasarkan titik didih dengan proses yang disebut distilasi. Feed pada CDU masih mengandung kontaminan logam serta komponen lain yang tidak dikehendaki dalam proses. Bahan baku diolah dengan proses fraksinasi atmosferis (atmospheric fractionation). Produk yang dihasilkan adalah Straight Run Naphta, Kerosene, Gas oil, dan Atmospheric Residue (AR).

Atmospheric Residue (AR) yang dihasilkan oleh unit CDU diumpankan ke ARHDM (Atmospheric Residue Hydrodemetalizzation) dan ke RCC (Residue Catalytic Cracking). Unit ARHDM merupakan secondary processing yang berfungsi untuk mengolah AR dari CDU untuk mengurangi senyawa-senyawa yang terkandung di dalamnya seperti Nickel, Vanadium, Carbon Residue, Senyawa Nitrogen dan Senyawa sulfur. ARHDM terdiri dari 2 train reaktor dan satu train fraksionator yang menghasilkan produk Naphta, Kerosene, Gas Oil, dan Treated Residue (DMAR).
Unit RCC (Residue Catalytic Cracking) merupakan kilang minyak tingkat lanjut (secondary processing) untuk mendapatkan nilai tambah dari pengolahan residu campuran dari DMAR produk ARHDM dan AR produk CDU. Reaksi yang terjadi adalah reaksi cracking secara katalis dan thermal. Katalis yang digunakan terdiri dari zeolit, silica, dll. Reaksi cracking merupakan reaksi eksotermis. Produk yang dihasilkan oleh unit RCC antara lain: LPG, Propylene, Polygasoline, Naphta, Light Cycle Oil (LCO) serta Decant Oil (DCO).
Untuk menghilangkan atau mengurangi impurities yang terbawa bersama minyak bumi atau fraksi-fraksinya dapat dilakukan dengan proses hidrogenasi, yaitu mereaksikan impurities tersebut dengan hydrogen yang dihasilkan dari hydrogen plant. Kandungan impurities yang dimiliki minyak mentah relatif cukup tinggi, antara lain: nitrogen, senyawa sulfur organik, dan senyawa-senyawa metal. Hydrogen Plant merupakan unit yang dirancang untuk memproduksi hydrogen dengan kemurnian 99%. Bahan bakunya berasal dari Refinery Off Gas dan natural gas. Produk gas hydrogen dari Hydrogen Plant digunakan untuk memenuhi kebutuhan di unit ARHDM, LCO Hydrotreater unit, dan Gas Oil Hydrotreater Unit.
Unit GO HTU berfungsi untuk mengolah gas oil yang tidak stabil dan bersifat korosif  (yang mengandung sulfur dan nitrogen) dengan bantuan katalis dan hidrogen agar dapat menjadi gas oil yang memenuhi spesifikasi pasar. Feed untuk GO HTU diperoleh dari DTU dan AHU. Katalis yang digunakan mengandung oksida nikel/molybdenum dan cobalt/molybdenum di dalam alumina base yang berbentuk bulat atau extrude. Make up hydrogen akan disuplai dari Hydrogen Plant yang telah diolah sebelumnya oleh steam methane reformer dan Pressure Swing Adsorption (PSA).
Unit LPG Treatment dirancang untuk mengolah feed dari produk atas debutanizer pada Unsaturated Gas Plant, dan berfungsi untuk memurnikan LPG produk Unsaturated Gas Plant Unit dengan cara mengambil senyawa merchaptan dan organic sulfur lain untuk merubahnya menjadi senyawa sulfida. Produk yang dihasilkan yaitu treated mixed LPG untuk selanjutnya dikirim ke Propylene Recovery Unit.
Unit PRU berfungsi untuk menghasilkan High Purity Prophylene selain propana dan campuran butana, dengan saturated LPG dari treater sebagai umpan. Fungsi utama dari unit ini adalah memisahkan mixed butane dan memproses LPG C3 dan C4 dari gas concentration unit untuk mendapatkan produk propilene dengan kemurnian yang tinggi (99,6%). Produk lain yang dihasilkan dari unit ini adalah propan dan campuran butane/butilen yang kemudian akan dialirkan ke Catalitic Condensation Unit. Proses yang digunakan dalam unit ini untuk menjenuhkan senyawa diolefin menjadi monolefin adalah Selective Hydrogenation Processes (SHP) dengan Reaktor Huels. Reaksi kimia SHP ini berlangsung dalam kondisi fase cair dalam fixed bed catalyst dengan jumlah H2 yang digunakan hanya secukupnya.
Catalytic condensation merupakan suatu reaksi alkilasi dan polimerisasi dari senyawa olefin menjadi produk dengan fraksi tinggi dengan katalis Solid Phosporus Acid. Unit CCU berfungsi untuk mengolah campuran butane/butilene dari Propylene Recovery Unit menjadi gasoline dengan angka oktan yang tinggi. Selain butan, produk yang dihasilkan dari unit ini adalah gasoline dengan berat molekul tinggi yang disebut polygasoline. Produk polygasoline ini dibentuk dari campuran senyawa-senyawa C4 tak jenuh (butilen) dan butan dari RCC Complex dengan proses UOP. Produk yang dihasilkan CCU ini yaitu polygasoline dan butane.
Unit Gasoline Treatment berfungsi untuk mengolah produk napthta dari Unsaturated Gas Plant agar produksi yang dihasilkan memenuhi standar kualitas komponen blending premium. Produk yang dihasilkan berupa Treated gasoline. Unit ini dirancang untuk memproses Untreated RCC Gasoline yang dihasilkan oleh unit RCC. Unit ini dirancang dapat beroperasi pada penurunan kapasitas hingga 50 %.
Di Pertamina Balongan terdapat Naphta Processing Unit (NPU) atau dikenal sebagai Kilang Langit Biru Balongan, mengolah bahan baku naphta menjadi gasoline dengan angka oktan tinggi. Seksi ini terdiri dari Naphta Hydrotreating Unit (NHT), Platforming Unit, dan Penex Unit.
Naphta Hydrotreating Unit (NHT) didesain untuk mengolah naphta dari Straight Run Naphta. Bahan yang digunakan sebagian besar diimpor dari beberapa kilang PT Pertamina dengan menggunakan kapal serta dari kilang sendiri. Fungsi utama NHT adalah sebagai operasi pembersihan, yaitu merubah kembali sulfur organik, O2, dan N2 yang terdapat dalam fraksi hidrokarbon dengan proses pemurnian katalitik menggunakan katalis dan aliran gas H2 murni.
Unit Proses Platforming didesain untuk memproses heavy hydrotreated naphtha yang diterima dari unit proses NHT. Tujuan unit proses platforming adalah untuk menghasilkan aromatik dari nafta dan parafin melalui proses Naphta Reforming menjadi produk Reformate yang digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor (motor fuel / gasoline) karena memiliki angka oktan yang tinggi (angka oktan minimum 98), produk samping yang dihasilkan adalah LPG. LPG yang dihasilkan dikirim ke unit Penex.
Tujuan unit Penex adalah mengkonversikan Light Naphta melalui proses isomerisasi. Reaksi yang terjadi menggunakan hidrogen pada tekanan atmosfer, dan berlangsung di fixed bed catalyst pada pengoperasian tertentu yang dapat mengarahkan proses isomerisasi dan meminimisasi proses hydrocracking. Proses ini sangat sederhana dan bebas hambatan. Pelaksanaannya pada tekanan rendah, temperatur rendah, LHSV yang tinggi, dan tekanan hidrogen parsial rendah. Produk yang dihasilkan berupa produk isomerat beroktan 87 serta LPG sebagai produk samping.


0 comments:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More