4.2.11

Minyak Kelapa Sawit-bagian I

BAB I
KELAPA SAWIT


1.1.Buah Sawit
Bagian buah kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) terdiri dari eksokarp (kulit paling luar), mesokarp (serabut), endokarp (tempurung), dan kernel (biji inti sawit). Pengolahan bagian serabutnya dengan cara pengepresan menghasilkan Crude Palm Oil (CPO), sedangkan pengolahan bagian kernel menghasilkan Palm Kernel Oil. Dengan fraksinasi, CPO terpisah menjadi dua fraksi utama yaitu stearin (pada suhu kamar berbentuk padat) dan olein (pada suhu kamar berbentuk cair). Pengolahan stearin dapat menghasilkan produk seperti margarin, sabun, dan lilin. Sedangkan pengolahan olein menghasilkan bahan baku untuk keperluan minyak goreng. Pengolahan minyak lebih lanjut yaitu proses degumming, pemurnian, pemucatan, dan deodorisasi dapat menurunkan kandungan tokoferrolnya (www.lemakminyak.blogspot.com)
Biji kelapa sawit yang masih menyatu dengan tandan sawit (Gambar 1) memiliki berat antara 10-40 kg. Biji kelapa sawit, (Gambar 2) memiliki berat antara 6-20 gram, yang terdiri dari kulit luar (eksokarp), bagian tengah (mesokarp) yang mengandung minyak yang berupa benang-benang matrik, kulit dalam (endokarp), dan biji, di mana biji tersebut mengandung minyak yang berbeda dengan minyak kelapa sawit namun mirip minyak kelapa.
Gambar 1 Struktur Buah Kelapa Sawit

Gambar 2 Biji Kelapa Sawit





1.2.Pemanenan Buah Kelapa Sawit

Periode perkembangan buah dimulai dari pertumbuhan, penimbunan trigliserida, kematangan, periode masak, serta penguraian minyak kelapa sawit. Tandan kelapa sawit bila sudah mulai matang akan ditandai dengan perikarp buah berwarna kuning jingga serta sebagian terlepas dari tangkainya.

Tanaman kelapa sawit pada umur 4 tahun sudah mulai berbuah, dan pada umur 25 tahun sudah tidak ekonomis lagi. Tanaman muda menghasilkan tandan berbobot 2 – 3 kg/tandan, sedangkan tanaman tua: 8 – 10 kg/tandan. Hasil panen dikumpulkan di tempat teduh dan mudah diangkut. Dalam pengangkutan, dijaga agar buah jangan terluka atau memar, karena pada buah luka atau memar perkembangan asam lemak bebasnya cenderung cepat meningkat selama pengolahan minyak. Hasil panen segera dibawa ke pabrik untuk dilakukan penimbangan & sortasi tandan, sebagai tahap pendahuluan sebelum dilakukan pengolahan kelapa sawit. Sortasi bertujuan untuk mengetahui mutu hasil panen (bahan mentah). Penimbangan bertujuan untuk menghitung rendemen, menentukan efisiensi pengepresan dalam pengolahan minyak, serta menentukan upah pemetik. Setelah sortasi dilakukan penyemprotan air pada tandan untuk membersihkan tanah atau kotoran lain pada tandan (lemakminyak.blogspot.com)

0 comments:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More